Please wait...

BERITA

Sekilas Perseroan

Ayo Siap-siap ! Tahun Depan Industri Reksa Dana Kembali Pulih

Thursday, 12 December 2019


JAKARTA - Dana kelolaan (asset under management/AUM) reksa dana secara industri diperkirakan tumbuh 10%-12% pada tahun depan. Kepercayaan investor terhadap industri ini akan ditingkatkan, pasca kisruh yang terjadi pada November lalu.
 

Ketua Presidium Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) Prihatmo Hari Mulyanto berpendapat, hingga akhir tahun 2019 kemungkinan posisi AUM industri reksa dana tidak berbeda jauh dari posisi per akhir November 2019, yang berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar Rp 544,4 triliun.

 

“Posisi AUM tak banyak berubah karena menjelang tutup tahun, investor reksa dana khususnya institusi sudah settle down di pertengahan Desember ini,” jelas dia di Jakarta, Rabu (11/12).

 

Menurut Prihatmo, perhitungan pertumbuhan AUM 10%-12% itu telah memasukkan pertumbuhan aset reksa dana itu sendiri beserta net subscription. Pertumbuhan reksa dana tahun depan bisa lebih bagus dibanding tahun ini lantaran faktor arah kebijakan pemerintah yang jelas dan terukur. Jika AUM reksa dana pada akhir tahun 2019 masih berkisar Rp 540 triliun, maka posisi AUM pada tahun depan bisa menembus kisaran Rp 594-Rp 604,8 triliun.

 

Pihak APRDI juga berharap permasalahan yang terjadi akhir-akhir ini tidak menyurutkan minat investor untuk tetap berinvestasi di reksa dana.

 

Berdasarkan data Infovesta, kinerja reksa dana kelompok fixed income masih menunjukkan kinerja cemerlang, yang disusul oleh kelompok pasar uang, baik secara tahunan (year to date/ytd) ataupun bulanan (Month over month/MoM). Sementara reksa dana kelompok saham yang paling anjlok.

 

Prihatmo mengatakan, jika dilihat dari total AUM, posisi Indonesia masih berada di nomor dua dari bawah di antara negara-negara Asia Tenggara. Lebih tepatnya, masih kalah sedikit dibanding Vietnam Di sisi lain, jumlah manajer investasi di Tanah Air tarsus bertambah dan persaingan juga kian ketat. Saat ini, sejumlah manajer investasi asing diperkirakan masih mengantre masuk ke pasar Indoneisa.

 

Sumber :Investor Daily