Please wait...

BERITA

Sekilas Perseroan

Tren Penurunan Suku Bunga Bakal Kerek Dana Kelolaan Reksa Dana Terproteksi

Wednesday, 15 January 2020


JAKARTA - Dana kelolaan reksadana terproteksi (RDT) secara industri diproyeksikan tumbuh bulan ini. Meski, pada bulan Desember dana kelolaan turun sebesar 3,49% atau Rp 5,12 triliun.

 

Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan, penurunan dana kelola RDT tahun lalu disebabkan oleh jatuh tempo.

 

“Penurunan hanya terjadi di Desember saja. Hal tersebut wajar karena proteksi selalu ada jatuh tempo,” tuturnya  Selasa (14/1).

 

Meski begitu Wawan memproyeksikan prospek RDT tahun ini akan tetap menarik bagi investor. Hal tersebut tidak terlepas dari tren penurunan suku bunga yang akan terus berlanjut.
 

Selain itu pemotongan pajak korporasi secara bertahap hingga 10% pada tahun 2021 akan membuat penerbitan RDT lebih banyak. Penurunan pajak akan membuat antusiasme emiten untuk menerbitkan obligasi meningkat.

 

Di sisi lain, permasalahan yang menjerat reksadana tahun lalu tidak akan terlalu berimbas pada RDT. “Yang lebih banyak bermasalah reksadana saham mungkin campuran. Proteksi jarang karena isinya obligasi. Bermasalahnya hanya kalau obligasi gagal bayar,” tuturnya.

Wawan memprediksi RDT akan tumbuh 3% hingga 5% mencapai dana kelola Rp 145 triliun untuk bulan Januari. Menurutnya, RDT akan menarik minat investor dengan kecenderungan deposito oriented. Dengan imbal hasil yang lebih baik dibandingkan deposito, RDT akan lebih dilirik oleh investor.

Pemicu lain yang akan membuat RDT dilirik adalah tren suku bunga yang menurun. Menurunnya suku bunga akan membuat RDT menjadi produk favorit tahun ini. RDT juga dirasa lebih minim risiko bagi investor.

Kinerja RDT diprediksi dapat memberikan return dengan kisaran 6,2% hingga 6,6% tergantung obligasi yang menjadi dasarnya.

Sumber : Kontan.co.id