Please wait...

BERITA

Sekilas Perseroan

Permintaan Investor Tinggi, Reksa Dana Terproteksi Antre Masuk Pasar

Tuesday, 28 January 2020


JAKARTA - Reksadana terproteksi diproyeksikan masih menjadi salah satu reksadana yang diincar oleh para investor. Hal ini dapat dilihat dari data PT Kustodian Efek Sentral Indonesia (KSEI) yang menunjukkan, hingga Senin (27/1) sudah terdapat 15 reksadana terproteksi yang didaftarkan.

Para Manajer Investasi (MI) juga mengakui bahwa saat ini, reksadana terproteksi masih memiliki permintaan investor yang tinggi. Beberapa MI sudah menyiapkan pipeline untuk mengakomodir permintaan tersebut.

Head of Business Development Division HPAM Reza Fahmi menyebut reksa dana terproteksi menjadi populer karena imbal hasilnya yang lebih transparan terkait kupon efek hutang yang dijadikan underlying-nya.

“Kami sudah sudah punya beberapa pipeline, tapi sejauh ini masih lihat perkembangan market. Kami masih menunggu beberapa efek hutang yang akan release terlebih dahulu,” ujar Reza.

Sementara itu, Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana memproyeksikan reksadana terproteksi masih akan diminati investor. Namun, pada tahun ini reksadana terproteksi akan menghadapi tantangan.

“Tantangan datang dari perpajakan obligasi yang dimiliki oleh reksa dana. Rencananya di 2021 akan kembali normal di 15% (saat ini 5%), bila tidak ada kebijakan perpanjangan atas insentif ini maka bisa saja minat terhadap reksadana proteksi menurun,” papar Wawan.

Sumber : Kontan.co.id