Please wait...

BERITA

Sekilas Perseroan

Ada Virus Korona dan Kasus MI, Reksa Dana Tetap Pede AUM Tumbuh Positif

Wednesday, 29 January 2020


JAKARTA - Reksa dana masih menjadi instrumen investasi yang menjanjikan keuntungan (return) di Tanah Air. Itu sebabnya, dana kelolaan (assets under management/ AUM) reksa dana masih akan tumbuh.

Wabah virus korona di Tiongkok dan sejumlah kasus di pasar modal, seperti kasus sejumlah perusahaan manajer investasi (MI) bermasalah, yang memicu aksi redemption oleh para investor, dinilai tidak akan menyurutkan minat masyarakat untuk berinvestasi di reksa dana.

Begitu pula forced sell saham dan obligasi yang menjadi underlying asset reksa dana yang dibeli oleh perusahaan asuransi bermasalah, khususnya PT Asuransi Jiwasraya (Persero), yang kini kasusnya ditangani Kejaksaan Agung (Kejakgung).

Pertumbuhan industri reksa dana di tahun 2020 diproyeksikan positif. “Peluang di industri ini masih ada, dengan cara para manajer investasi perlu meyakinkan para investor bahwa reksa dana tetap tumbuh positif, walaupun di tengah kasus-kasus yang ada saat ini,” kata Direktur BNI Asset Manajemen Putut Endro Andanawarih di Jakarta, Selasa (28/01).

Produk reksa dana pendapatan tetap dan saham berpotensi positif tahun ini. Untuk reksa dana pendapatan tetap, hal ini antara lain didorong faktor masih adanya kemungkinan pemotongan tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia. Adapun untuk equity, karena valuasi harganya yang murah saat ini.

Ketua Dewan Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) Prihatmo Hari mengatakan, secara umum wabah virus korona yang menimpa Tiongkok tidak begitu berdampak signifikan terhadap kinerja industry reksa dana di Tanah Air tahun ini.

“APRDI untuk saat ini lebih menyoroti kasus-kasus yang terjadi di beberapa bulan terakhir. Setiap industri pasti ada pemain tidak bersihnya, yang melakukan tindakan di luar kebijakan,” ujarnya di Jakarta, Selasa (28/01).

Hari menambahkan, APRDI berpegang teguh terhadap kebijakan yang telah diberikan kepada industri reksa dana. Apabila ada manajer investasi yang kedapatan bertindak di luar ketentuan, kata dia, maka biarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menangani hal tersebut.

“Kami cukup tegas dengan regulasi yang ada saat ini. Untuk menjalankan industri reksa dana ini membutuhkan komitmen yang besar dari para MI, dan tidak keluar dari regulasi yang ada,” ujar dia.

Sumber : Investor Daily