Please wait...

BERITA

Sekilas Perseroan

Suku Bunga Acuan AS Bertahan, MI Menilai Positif untuk Pasar Surat Utang Domestik

Thursday, 30 January 2020


JAKARTA - Bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserves, telah memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran level 1,5% - 1,75%. Keputusan diambil dengan alasan untuk mendukung ekspansi kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.

The Fed juga memberi sinyal bahwa kebijakan mempertahankan suku bunga akan tetap ditahan untuk sementara waktu. Bank Sentral AS itu punya pertimbangan untuk mengangkat inflasi mencapai target.

Merespons langkah The Fed, Direktur Bahana TCW Investment Management, Budi Hikmat mengatakan, keputusan tersebut cenderung berimplikasi positif bagi investor. “Terutama bagi investor di negara berkembang yang sudah berhasil mengendalikan current account deficit. CAD Indonesia mulai terkendali juga,” ujarnya.

Bagi investor di pasar surat utang, menurut Budi Hikmat, keputusan The Fed berpihak ke pasar SBN. Meski demikian, ia memberi catatan bahwa pasar SBN masih butuh dukungan penguatan atau kestabilan dari sisi rupiah. “Tetapi so far ada yang aneh di pasar AS, karena bond yield turun, dolar indeks menguat, dan harga emas naik,” ujarnya.

Pada sisi lain, The Fed melakukan penyesuaian teknis pada suku bunga saldo cadangan sambil memberi indikasi untuk melanjutkan program memperlancar aktivitas pasar uang setidaknya sampai April mendatang.

Sumber : Investor.id