Please wait...

BERITA

Sekilas Perseroan

Awal 2020 Kinerja Reksa Dana Pendapatan Tetap Paling Menguntungkan, Reksa Dana Saham Masih Jeblok

Tuesday, 04 February 2020


JAKARTA - Sepanjang Januari lalu, kinerja reksa dana masih memberikan gain menarikReksa dana pendapatan tetap (fixed income) tercatat membukukan imbal hasil investasi paling menguntungkan dari seluruh produk reksa dana lainnya sepanjang awal tahun ini.

Mengacu data Infovesta 90 Fixed Income Fund Index, indeks yang menggambarkan kinerja reksa dana (RD) pendapatan tetap, mampu memberikan imbal hasil 1,74% untuk periode 31 Desember 2019 hingga 31 Januari 2020.

Adapun produk reksa dana lainnya yang masih membukukan kinerja positif yakni Infovesta 90 Money Market Fund Index atau reksa dana pasar uang dengan imbal hasil 0,47%. Sedangkan, Infovesta Corporate Bond Index dan Infovesta Government Bond Index masing-masing membukukan cuan 0,62% dan 1,58%.

Sayangnya, produk RD saham dan RD campuran masih membukukan imbal hasil negatif sejalan dengan terkoreksinya Indeks Harga Saham Gabungan 5,71%. Infovesta 90 Balanced Fund Index tercatat masih minus 2,82%, sedangkan Infovesta 90 Equity Fund Index tercatat minus 7,12%.

Wawan Hendrayana, Head of Capital Market Research Infovesta Utama menyatakan, reksa dana saham masih terkoreksi imbas dari dari sentimen geopolitik serangan Amerika Serikat terhadap Iran pada awal tahun ini.

Selain itu, dampak dari meluasnya virus corona yang saat ini sudah menelan 259 korban di China dan telah menyebar ke 21 negara dikhawatirkan akan menyebabkan perlambatan ekonomi dunia akibat dari epidemi ini.

Namun, Wawan meyakini, pemerintah China akan bergerak cepat menangani virus corona seperti pada kasus flu burung (H5N1) maupun epidemi SARS, sehingga pasar akan kembali pulih dengan cepat.

Di sisi lain, kata dia, sentimen pemblokiran 800 rekening efek menjadi sentimen negatif, pasalnya investor tidak dapat melakukan redemption atas aset investasi mereka.

"Pemblokiran SID [Single Investor Identification] membuat investor tidak bisa redemption, bisa saja ada investor yang menjadi was-was dan redemption," kata dia.

Sumber : CNBC Indonesia