Please wait...

BERITA

Sekilas Perseroan

Aksi Penarikan Dana di Reksa Dana Hanya Sesaat

Wednesday, 05 February 2020


JAKARTA - Aksi penarikan dana atau redemption pada instrumen reksa dana yang terjadi sepanjang Januari 2020 dinilai akan berlanjut hingga jangka panjang. Investor disarankan agar tidak panik dan bisa memanfaatkan momentum untuk beli secara bertahap.

Dari data OJK, terjadi pembelian baru reksa dana (subscription) senilai Rp56,23 triliun sepanjang Januari 2020, sementara nilai penjualan atau penarikan investasi (redemption) mencapai Rp62,4 triliun. Dengan demikian, terjadi aksi penjualan bersih senilai Rp6,17 triliun pada Januari 2020.

Rontoknya industri reksa dana juga terlihat dari penurunan dana kelolaan atau nilai aktiva bersih (NAB). Per Januari 2020 total nilai NAB industri reksa dana mencapai Rp537,28 triliun atau turun 0,91% dari bulan sebelumnya Rp542 triliun.

Sejumlah pelaku industri reksa dana mengatakan, melemahnya kinerja industri reksa dana itu dipengaruhi oleh sejumlah sentimen negatif yang menerpa pasar saham maupun industri reksa dana.

"Yang banyak melakukan redemption itu lebih ke beberapa investor institusi. Kebanyakan institusi yang terkena kasus yang ramai dibicarakan seperti kasus Jiwasraya dan Asabri. Kemudian produk yang dibubarkan itu juga banyak sehingga berpengaruh," kata Jemmy Paul Wawointana, Presdir Sucorinvest Asset Management.

Namun, menurutnya, penurunan yang terjadi saat ini hanya sentimen sesaat. "Potensi untuk segera membaik selalu ada, terutama setelah virus corona mereda," katanya.

Sumber : Bisnis Indonesia