Please wait...

BERITA

Sekilas Perseroan

Reksa Dana Pendapatan Tetap Masih Paling Menarik Tahun Ini

Wednesday, 05 February 2020


JAKARTA - Catatkan pertumbuhan return paling tinggi sepanjang Januari 2020, prospek reksadana pendapatan tetap diyakini masih jadi yang paling menarik di tahun ini.

Hal ini seiring dengan ekspektasi bahwa suku bunga acuan bakal turun menjadi sentimen positif bagi kinerja reksadana pendapatan tetap. Ditambah lagi, volatilitas yang terjadi di pasar saham membuat prospek obligasi menjadikan produk reksadana pendapatan tetap jadi yang paling menarik tahun ini.

Menurut data Infovesta Utama, per 31 Januari 2020 Infovesta 90 Fixed Income Fund Index mencatatkan pertumbuhan tertinggi yakni 1,74% dalam sebulan terakhir.

Direktur Investasi PNM Investment Management (PNM IM) Solahudin mengungkapkan, peluang suku bunga acuan global berada dalam tren rendah masih akan terbuka tahun ini.

Tentunya, kondisi tersebut akan membuka prospek harga di instrumen investasi Surat Berharga Negara (SBN) akan bertahan setahun ke depan. "Dengan begitu, reksadana yang memiliki underlying aset berupa SBN masih akan tumbuh dengan baik," ungkap Solahudin.

Meskipun begitu, menurut analis Infovesta Utama Wawan Hendrayana, agak sulit bagi reksadana pendapatan tetap mencatatkan kinerja lebih baik dibandingkan tahun lalu. Itu karena, potensi penurunan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI7DRR) di 2020 tidak akan sebanyak tahun lalu.

Dengan memprediksikan penurunan suku bunga acuan hanya dua kali saja di tahun ini, maka Wawan memperkirakan yield atau imbal hasil untuk reksadana pendapatan tetap di kisaran 7% hingga 7,5%. "Sulit untuk mengulang tahun lalu, yang bisa memberikan (yield) 10% lebih," jelasnya.

Secara umum kinerja reksadana pendapatan tetap di jangka menengah diyakini masih dalam tren naik, meski harus dihadapkan pada situasi volatilitas yang cenderung meningkat. Untuk itu, PNM IM melihat portofolio dengan tenor jangka panjang adalah pilihan terbaik di tengah situasi pasar saat ini.

Hanya saja Solahudin juga memperkirakan bahwa posisi yield dalam beberapa pekan terakhir cenderung menunjukkan pola koreksi wajar. Namun, di jangka menengah trennya berpotensi berbalik naik. "Kami masih melihat bahwa reksadana yang berinvestasi di SBN atau SBSN masih berpeluang mencatat pertumbuhan yang baik tahun ini," ujarnya.

Sumber : Kontan