Please wait...

BERITA

Sekilas Perseroan

Reksa Dana Pendapatan Tetap Berbasis SUN Tahun Ini Bakal Kian Cemerlang

Tuesday, 11 February 2020


JAKARTA – Sejumlah manajer investasi cenderung memilih aset dasar surat utang negara (SUN) dalam meracik portofolio riska dana pendapatan tetap dibandingkan dengan obligasi korporasi guna memaksimalkan return investasi.

Menjadikan Surat Utang Negara (SUN) sebagai aset dasar pada reksa dana pendapatan tetap dinilai ideal dilakukan saat ini, karena risiko yang rendah dan sentimen positif dari dalam negeri yang mendukung nilai obligasi negara.

Berdasarkan data Infovesta per 7 Februari 2020, kinerja indeks reksa dana pendapatan tetap tercatat 2,19% atau tertinggi dibandingkan dengan indeks reksa dana lainnya.

Umumnya, investor yang memilih SUN sebagai aset dasar utama dikarenakan likuiditasnya yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan obligasi korporasi. Keuntungan lain dari SUN sebagai aset dasar adalah risiko investasi yang rendah. Hal ini karena volatilitas yang terjaga sehingga potensi gagal bayar pun cenderung minim.

“Meski begitu, SUN tidak selalu aman setiap saat. Risiko kerugian harga juga masih tetap ada. Instrumen ini lebih banyak digunakan untuk jual dan beli,” kata salah seorang pelaku manajer investasi.

Sementara itu, investor yang memilih obligasi korporasi umumnya adalah investor yang mengutamakan kupon yang lebih tinggi dan tingkat likuiditas yang lebih rendah. Mereka umumnya mengincar kupon yang tinggi tersebut karena menganut strategi buy and hold dalam berinvestasi.

Menurutnya, kupon yang dikeluarkan korporasi dalam seri obligasi amat bergantung pada peringkat utang perusahaan tersebut. Semakin rendah rating yang didapat, maka kupon obligasi akan semakin tinggi. Hal inilah yang biasanya menjadi incaran para investor.

“Tetapi setinggi apapun rating obligasi sebuah perusahaan, kuponnya akan selalu diatas angka dari SUN yang ditawarkan pemerintah,” terangnya.

Untuk saat ini, penggunaan obligasi korporasi sebagai aset dasar dalam berinvestasi dinilai kurang tepat. Pasalnya, saat ini tingkat ketidakpastian global masih cukup tinggi, sehingga menimbulkan perlambatan pada sejumlah bidang usaha.

Selain itu, risiko kredit (credit risk) yang ditimbulkan dari obligasi korporasi juga terbilang lebih besar bila dibandingkan dengan SUN milik pemerintah. Investor juga akan mempertanyakan tata kelola perusahaan yang mengeluarkan obligasi sebagai pertimbangan lainnya.

Saat ini menggunakan SUN sebagai aset dasar dalam reksa dana pendapatan tetap prospeknya lebih menjanjikan bila dibandingkan dengan menggnakan obligasi korporasi. Pasalnya, kondisi suku bunga acuan sangat mendukung untuk membeli surat utang untuk mendapatkan keuntungan sebesar mungkin.

Selain itu, kondisi perekonomian Indonesia seperti nilai tukar Rupiah yang stabil serta inflasi yang relatif terjaga juga turut mendukung minat investor terhadap surat utang yang dikeluarkan pemerintah.

“Keuntungan maksimal ini bisa didapatkan apabila investor membeli obligasi negara dengan tenor yang panjang. Durasi jatuh tempo yang panjang memberikan duration advantage bagi para investor untuk memaksimalkan capital gain. Meski demikian, pihak kami juga menyesuaikan portofolio yang disusun sesuai dengan profil para investor,” jelasnya.

Dengan kata lain, prospek reksa dana pendapatan tetap tahun ini positif. Ekspektasi ini didukung oleh inflasi yang stabil dan harga minyak rendah serta capital inflow kuat yang turut mendukung nilai tukar Rupiah.

“Selain itu, credit profile pemerintah yang stabil dan low interest rate environment secara global juga mendukung kinerja reksa dana pendapatan tetap. Kami perkirakan kinerja pada tahun ini sekitar 8 persen hingga 9 persen,” ujarnya.

Untuk yang berbasis SUN, minat tinggi masih berada pada SUN seri benchmark dengan tenor lima tahun. Pasalnya, seri-seri tersebut menjadi underlying untuk Exchange traded Fund (ETF) Obligasi perusahaannya.

Kebijakan serupa juga berlaku untuk reksa dana pendapatan tetap berbasis SBSN. Menurutnya, seri benchmark baik pada SUN maupun SBSN memiliki likuiditas yang lebih baik sehingga dapat memaksimalkan capital gain dengan lebih optimal.

Sumber : Bisnis Indonesia
https://market.bisnis.com/read/20200211/92/1199645/rd-pendapatan-tetap-berbasis-sun-bakal-kian-cemerlang