Please wait...

BERITA

Sekilas Perseroan

Sebulan Aksi Redemption Capai Rp8,8 Triliun, Tak Perlu Dikhawatirkan ya!

Wednesday, 19 February 2020


JAKARTA - Di tengah rilis data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menyebutkan aksi net redemption Rp 8,82 triliun sejak awal tahun hingga 12 Februari kemarin, beberapa manajer investasi mengaku tidak terlalu khawatir dengan keadaan tersebut. Salah satu aksi net redemption terjadi pada reksa dana berbasis saham.

 

 “Kami melihat aksi net redemption ini masih wajar, namun jika dibuat berlarut-larut maka akan menyebabkan kondisi yang sangat tidak menguntungkan bagi semua pihak,” jelas Reza salah seorang manajer investasi kepada Kontan.co.id, Selasa (18/2).

 

Selain itu Reza juga menyebut, pencairan reksa dana yang terjadi juga disebabkan oleh shifting behaviour investor ke instrumen safe haven, seperti obligasi. Maraknya pemberitaan negatif terkait dunia investasi telah membuat investor menarik dana dan memutuskan untuk wait and see.

 

 “Memang kenyataannya kinerja IHSG agak turun dalam sehingga investor yang mungkin belum siap dengan risikonya mempertimbangkan ulang jenis reksadana. Mungkin beralih lebih konservatif dan menyasar reksadana pendapatan tetap,” terang Rudiyanto.

 

Merujuk data Infovesta Utama, kinerja reksa dana saham pada Januari 2020, tergambar dari Infovesta 90 Equity Fund Index, tercatat minus 7,12%. Sementara reksadana pendapatan tetap pada Januari 2020 tergambar dari Infovesta 90 Fixed Income Fund Index, tercatat naik 1,74%.

 

Aksi net redemption tidak hanya terjadi di reksa dana saham, tapi juga reksa dana terproteksi yang jatuh tempo. Rudiyanto melihat, hal ini karena di awal tahun cenderung belum ada penerbitan obligasi baru yang menjadi aset dasar reksadana terproteksi.

 

“Oleh karena itu lebih banyak yang jatuh tempo dan belum ada penggantinya. Memang di awal tahun seperti Januari, jadwal emiten untuk menerbitkan obligasi relatif jarang, biasanya baru aktif di bulan berikutnya,” pungkas Rudiyanto.

 

Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana menilai, aksi net redemption kali ini tidak terlalu signifikan jika berkaca dari dana kelolaan Januari 2020 yang hanya turun sekitar 1% dari Desember 2019. Sehingga, dana kelolaan industri reksadana diyakini masih mampu tumbuh hingga Rp 560 triliun-Rp 570 triliun pada akhir tahun nanti.

 

Sumber : Kontan.co.id

https://insight.kontan.co.id/news/duh-baru-sebulan-lewat-pencairan-reksadana-mencapai-rp-88-triliun?page=2