Please wait...

BERITA

Sekilas Perseroan

Suku Bunga AS Turun, Obligasi RI Makin Aduhai

Thursday, 05 March 2020


JAKARTA - Keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) untuk memangkas suku bunga acuannya sebanyak 50 basis poin (bps) diprediksi kembali meningkatkan dana tarik obligasi Indonesia dan mendorong prospek harga obligasi ke depan.

Selain itu, meningkatnya daya tahan pasar obligasi RI akan berimabas pada minat investor terhadap surat utang Indonesia yang ikut terdorong naik. Sehingga, diyakini bakal terjadi kembali aliran masuk modal asing (capital inflow) ke pasar Indonesia.

Head of Fixed Income Research BNI Sekuritas Ariawane mengatakan, selisih antara suku bunga The Fed dengan Bank Indonesia (BI) semakin melebar menjadi 350 bps. "Hal ini meningkatkan atraktivitas pasar domestik," jelas Ariawan, Rabu (4/3).

Selain itu, dia menjelaskan pemangkasan suku bunga acuan The Fed bakal memicu penurunan yield untuk US Treasury 10 tahun ke level di bawah 1%. Alhasil, itu juga memperlebar spread yield antara Surat Utang Negara (SUN) dengan US Treasury. Alhasil daya tarik imbal hasil di pasar obligasi Tanah Air juga akan meningkat.

Kemarin, yield obligasi Indonesia dengan tenor 10 tahun turun sebesar 17,8 basis poin menjadi 6,8% dibandingkan dengan posisi sehari sebelumnya. Tingkat yield ini masih tertinggi di negara kawasan Asia lainnya.

"Dengan potensi penurunan suku bunga The Fed yang masih terbuka, maka tren penurunan yield di pasar Surat utang Indonesia diperkirakan masih bisa berlanjut," tegasnya.

Sumber : Kontan dan Bisnis Indonesia

https://investasi.kontan.co.id/news/prospek-obligasi-kian-menarik-pasca-penurunan-suku-bunga-the-fed