Please wait...

BERITA

Sekilas Perseroan

Return Reksa Dana Terproteksi Berpotensi Turun

Monday, 09 March 2020


JAKARTA - Rata-rata imbal hasil reksadana terproteksi di tahun ini berpotensi menurun seiring tren penurunan suku bunga sudah di depan mata. Pasalnya, imbal hasil reksa dana terproteksi akan mengikuti yield obliagsi.

Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan, rata-rata imbal hasil reksadana terproteksi tahun lalu berada di 8%-9%. Untuk tahun ini, Wawan memproyeksikan imbal hasil turun ke 7%-8%.

Meski imbal hasil berpotensi turun, Wawan yakin minat investor pada reksadana terproteksi akan terus tumbuh. "Minat investor harusnya tetap besar pada reksadana terproteksi, meski imbal hasil berpotensi turun tetapi bunga obligasi pun juga ikut turun, jadi inevstasi ini masih menarik," katanya.

Selain itu, reksadana terproteksi juga cocok bagi investor yang menginginkan imbal hasil yang terukur. "Di tengah masih riskannya ekonomi akibat dampak negatif virus korona, investor akan mencari instrumen invesatsi yang lebih minim risiko salah satunya ke reksadana terproteksi," jelasnya.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dana kelolaan reksadana terproteksi mencapai Rp 151,57 triliun per Januari 2020. Jumlah tersebut naik 0,53% dari posis akhir tahun lalu yang sebesar Rp 150,77 triliun.

Wawan mengatakan, dana kelolaan reksadana terproteksi akan tumbuh lebih signifikan di kuartal II dan III seiring dengan ramainya penerbitan obligasi korporasi di kuartal tersebut.

Sumber : Kontan.co.id

https://investasi.kontan.co.id/news/return-reksadana-terproteksi-bisa-turun-tetapi-masih-menarik