Please wait...

BERITA

Sekilas Perseroan

Evaluasi Target Dana Kelolaan, PNM Tetap Luncurkan Produk Baru

Friday, 28 August 2020


 

JAKARTA - PT Permodalan Nasional Madani Investment Management (PNM-IM) berencana mengevaluasi kembali target dana kelolaan investasi (asset under management/AUM) pada tahun ini. Semula, perseroan menargetkan AUM Rp14,6 triliun.

 

Direktur Utama PNM IM, Bambang Siswaji, mengatakan evaluasi target ini dilakukan karena adanya pandemi Covid-19. Saat ini, perseroan bersama dengan PNM sebagai induk usaha sedang membahas mengenai hal tersebut.

 

"Saat ini PNM Group sedang membahas kembali mengenai RKAP, termasuk untuk anak usaha PNM-IM," jelas dia.

 

Kendati akan ada evaluasi kembali terhadap target AUM, namun realisasi AUM hingga Juli 2020 sudah melebihi target awal. Bambang mengungkapkan, hingga Juli 2020, perseroan sudah membukukan AUM Rp13,9 triliun atau lebih tinggi dari target awal Rp13,76 triliun.

 

Sembari menunggu hasil keputusan mengenai RKAP (Rencana Kerja Anggaran Perusahaan), perseroan akan meluncurkan sejumlah produk baru. Produk baru yang akan diluncurkan tersebut paling banyak berbentuk Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT).

 

"Untuk peluncuran produk baru, masih menunggu proses dan tergantung kepada Otoritas Jasa Keuangan. Harapannya, seluruh produk yang akan diluncurkan bisa menambah AUM Rp1 triliun," papar dia.

 

Sementara itu, Perseroan juga mencatat AUM reksa danaopen-end Rp6,01 triliun hingga Juli 2020. Nilai ini meningkat dibandingkan periode Juli 2019 yang mencapai Rp3,72 triliun.

 

Perseroan tercatat memiliki 75 produk reksadana. Dari 75 produk tersebut, produk reksa danaterproteksi dan reksa dana penyertaan terbatas tercatat sebagai produk terbanyak.

 

Bambang sebelumnya menyampaikan reksa danapasar uang (RDPU), merupakan salah satu jenis reksa danaunggulan kelolaan perseroan. Reksa danapasar uang menjadi salah satu jenis reksa danayang mampu bertahan dari gejolak pasar modal akibat wabah corona.

 

"Terbukti, RDPU tetap mampu bertahan dalam kondisi gejolak pasar seperti saat ini," katanya.

 

Sumber : Bareksa.com