Please wait...

BERITA

Sekilas Perseroan

2020, Dana Kelolaan PNM IM Tumbuh 9% Menjadi Rp 14,7 Triliun

Monday, 08 February 2021


 

JAKARTA – Di tengah kondisi yang sulit akibat pandemi Covid-19, PNM Investment Management masih mampu membukukan kinerja pertumbuhan yang positif. Selama tahun 2020, total dana kelolaan (Asset Under Management/AUM) tercatat naik sekitar 9% menjadi Rp14,7 triliun per akhir 2020.

 

“PNM IM melewati tahun 2020 dengan pertumbuhan kinerja yang positif. Bahkan, peningkatan AUM Perseroan masih di atas pertumbuhan rata-rata industri reksa dana,” kata Direktur Utama PNM Investment Management Bambang Siswaji di Jakarta, Jumat (5/2/2021).

 

Seperti diketahui, hingga akhir 2020 industri reksa dana mencatatkan posisi nilai aktiva bersih (NAB) sebesar Rp599,3 triliun. Angka yang memperhitungkan juga dana kelolaan produk Reksa Dana Penyertaan Terbatas ini mengalami pertumbuhan sekitar 2,05% dibandingkan posisi NAB per akhir 2019 sebesar Rp587,2 triliun. Pertumbuhan ini terendah setidaknya dalam 5 tahun terakhir.

 

Menurutnya, pertumbuhan dana kelolaan Perseroan tahun lalu lebih ditopang oleh kinerja dua jenis produk yakni reksa dana open-end maupun reksa dana pernyataan terbatas (RDPT). Sepanjang tahun 2020, AUM produk reksa dana jenis open-end naik cukup signifikan sekitar 18% menjadi Rp5,18 triliun.

 

Dengan naiknya nilai dana kelolaan tersebut, kontribusi produk reksa dana jenis open-end meningkat dari sekitar 32% pada 2019 menjadi 35% dari total AUM pada 2020,” katanya.

 

Selanjutnya, menurut Bambang, walau kondisi ekonomi terdampak pandemi Covid-19 Perseroan juga berhasil meningkatkan dana kelolaan reksa dana penyertaan terbatas (RDPT). Tercatat kinerja dana kelolaan RDPT tumbuh sekitar 3% menjadi Rp6,21 triliun sepanjang tahun lalu.

 

“Dana kelolaan produk RDPT masih memberikan kontribusi paling besar yakni 42% terhadap bisnis kelola dana Perseroan,” tuturnya.

 

Direktur Investasi PNM Investment Management Solahudin menambahkan, capaian kinerja pada 2020 tersebut juga menunjukkan strategi pengelolaan dana yang dilakukan Perseroan tepat dan mampu memenuhi kebutuhan sesuai kondisi pasar.

 

Hal itu juga didukung oleh prinsip kehati-hatian yang sangat dipegang kuat dalam mengelola reksa dana. "Di tengah kondisi pasar yang kurang kondusif Perseroan lebih fokus mengoptimalkan kinerja produk eksisting secara prudent," jelasnya.

 

 

Sementara itu, Direktur Operasional dan Keuangan PNM Investment Management Ade S. Djajanegara mengatakan, kinerja dana kelolaan tersebut juga masih di atas target 2020 sebesar Rp13,7 triliun. Sehingga, Perseroan berhasil memenuhi target kinerja keuangan 2020 yang ditetapkan oleh pemegang saham.

 

"Capaian kinerja tahun 2020 itu tetap menjadi pijakan strategi yang kuat bagi Perseroan untuk memacu kinerja yang lebih baik ke depan,” ujarnya.

 

Bambang menambahkan, PNM IM optimistis kinerja pada 2021 akan lebih meningkat lagi. Investor ritel dari kelompok milenial terus meningkat sehingga memberikan peluang pertumbuhan yang lebih kuat bagi bisnis reksa dana.

 

Selain itu, seiring dengan pemulihan ekonomi nasional sektor riil diyakini mulai bangkit lagi. Ini terlihat dari kalangan korporasi siap melakukan ekspansi bisnis sehingga akan berdampak positif bagi prospek pasar surat utang yang lebih cerah pada tahun ini.

 

“Tahun ini, kami optimistis kebutuhan pembiayaan sektor riil akan tinggi lagi. Sehingga, hal ini akan memberikan prospek yang lebih cerah untuk bisnis RDPT,” katanya. 

                                                                                                               

Karena itu, pada tahun ini Perseroan masih akan terus menggenjot bisnis RDPT. Hal itu mengingat misi Perseroan yang ingin terus menjembatani pasar modal dengan sektor riil. Bahkan, selama ini sebagai anak usaha BUMN, PNM IM tetap fokus membantu pengembangan pembiayaan sektor riil bidang infrastruktur dan  usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

  

Sumber : Investor Daily